Diduga Korupsi Proyek Musala, Camat Jadi Tersangka

TENGGARONG – Pejabat di jajaran Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) seakan tak pernah sepi dari kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Senin (3/9) kemarin, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kukar menetapkan Camat Loa Kulu, Rusmina, menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan rumah ibadah, yakni Musala An-Nur di Desa Badak Baru. Kasus itu terjadi saat dia menjabat Camat Muara Badak, 2008 lalu.
Tak hanya Rusmina, polisi juga menetapkan status tersangka bagi dua pejabat lainnya, yaitu Syarifah (Ketua Panitia Lelang) dan Qorina Kodariyah, sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek tersebut. Ditambah seorang tersangka lain bernama Syarif yang berperan sebagai kuasa usaha CV Eva Evi Bersaudara.

“Hari ini (kemarin, Red) dua tersangka yakni Qorina dan Syarif sudah ditangkap petugas kami di kediamannya masing-masing. Qorina dijemput di Muara Badak dan Syarif ditangkap di rumahnya terletak di Jl Labu Hijau Lima, Samarinda Utara. Sedangkan kedua tersangka lainnya, yaitu Rusmina dan Syarifah akan dipanggil Kamis (6/9) nanti,” ujar Kapolres Kukar, AKBP I Gusti Kade Budhi Harryarsana kepada harian ini.

Kasus itu terendus polisi setelah ada laporan dari masyarakat sekitar akhir Oktober 2011 lalu. Diawali rencana proyek pembangunan masjid raya dan dua musala di Muara Badak pada 2008. Proyek itu bersumber dari APBD Kukar, ditambah bantuan swadaya masyarakat.

Saat pembangunan ketiga tempat ibadah itu mulai berjalan, masyarakat meminta lokasi pembangunan Musala An-Nur di Badak Baru ditukar dengan Masjid Raya Muara Badak.

Itu lantaran lokasi Musala An-Nur padat penduduk, sehingga dinilai lebih cocok untuk dibangun masjid raya. Ternyata begitu masjid raya telah terbangun, tapi proyek Musala An-Nur tidak dilaksanakan. Belakangan dalam laporan diserahkan pihak pelaksana proyek kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, dinyatakan pembangunan musala itu selesai.

Sedangkan kenyataan di lapangan, rupanya kucuran dana APBD sebesar Rp 89,8 juta yang semestinya digunakan membangun Musala An-Nur tersebut dialihkan untuk pembangunan Musala Al-Gaffar di lokasi lain. Padahal dana pembangunan Musala Al-Gaffar diperoleh dari swadaya masyarakat. Sehingga kuat dugaan, pengalihan alokasi dana APBD Kukar 2008 itu tidak digunakan membangun Musala Al-Gaffar.

“Jumlah kerugian itu sesuai perhitungan dari BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan) Provinsi Kaltim,” tambah Gusti sembari menyebutkan para tersangka dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Terkait kondisi tersebut, Bupati Kukar, Rita Widyasari, menyatakan legowo dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum mendera pejabat di jajarannya itu kepada pihak berwenang.

“Ya, saya baru dengar itu (Camat Loa Kulu dan lainnya menjadi tersangka, Red). Tapi tersangka belum berarti bersalah. Biarkan nanti pengadilan memutuskan,” ungkap Rita.

 

 

 

Iklan

Pemkab Kukar Apresiasi Camat Terbaik I Muara Badak

TENGGARONG – Pemkab Kukar melalui Wakil Bupati Kukar HM Ghufron Yusuf memberi apresiasi atas prestasi yang diraih Camat Muara Badak H Sunggono, sebagai camat terbaik I pada malam penganugerahan Kaltim Award 2012 dalam rangka HUT Provinsi Kaltim ke-55 di Hotel Senyiur Minggu (8/1) malam lalu.

Camat Muara Badak H Sunggono

“Saya bersyukur camat Muara Badak berhasil memperoleh kepercayaan sebagai camat terbaik I dari pemerintah provinsi Kaltim, tentunya hal ini menjadi kebanggaan bagi kita semua,” kata HM Ghufron Yusuf usai menerima panji keberhasilan Senin (9/1) lalu di GOR Sempaja Samarinda.

Menurut Ghufron, keberhasilan yang diraih tersebut tidaklah gampang, melainkan kerja keras yang dilakukan selama ini telah membuahkan hasil dan dinilai oleh provinsi Kaltim sebagai camat terbaik. “Saya berharap dengan keberhasilan ini nantinya dapat diikuti oleh camat lainnya di Kukar, dalam meningkatkan kinerja dan meraih prestasi, paling tidak seperti apa yang diraih camat Muara Badak,” harap Ghufron.

“Alhamdulillah prestasi yang saya dapat ini dinilai dari berbagai aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan masyarakat, pemerintahan, dan pendidikan selalu mendapatkan prestasi baik dari kabupaten maupun provinsi Kaltim,” kata Sunggono usai menerima penghargaan pada malam penganugerahan Kaltim Award Minggu.

Adanya penghargaan tersebut, Sunggono berharap dapat memacu semua pihak termotivasi terutama dipemerintahan untuk berbuat lebih untuk masyarakat, “Pada dasarnya penghargaan bukanlah tujuan utama, melainkan hanya sebagai salah satu motivasi agar kinerja kita terukur,” katanya.

Ditambahkan dia, keberhasilan ini juga sebagai ukuran yang jelas dari pemerintah terutama aparat kecamatan dan desa dalam meningkatkan kinerja, berbuat dan berbenah untuk lebih baik lagi demi kemajuan daerah.

“Alhamdulillah komunikasi bersama rekan camat lainya juga berjalan baik, bahkan memberikan selamat dan merasa bangga atas prestasi yang saya raih. Mereka termotivasi untuk yang terbaik di tahun mendatang,” demikian pungkasnya.

Sumber : Kaltim Post

 

 

 

Tapanuli Tengah Pecahkan Rekor MURI Bakar Ikan 7,2 Km

Tapanuli Tengah Pecahkan Rekor MURI Bakar Ikan 7,2 Km

Bonaran Situmeang Bawa Tapanuli Tengah Pecahkan Rekor MURI

Pandan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara hari ini genap berusia ke-67 tahun. Daerah berjulukan ‘Negeri Wisata Sejuta Pesona’ itu berhasil menorehkan prestasi di Museum Rekor Indonesia (MURI).

Daerah yang dipimpin oleh Bupati Raja Bonaran Situmeang itu masuk buku rekor MURI setelah berhasil menggelar acara bakar ikan terpanjang, yaitu 7.2 km. Acara spektakuler itu digelar di sepanjang tepi pantai mulai dari Sibintang, Kecamatan Sosorgadong, hingga ke Kedai Tiga, Kecamatan Barus, Tapteng, Kamis (23/8/2012).

Bonaran pun mengaku senang dan bangga atas torehan prestasi tersebut. Apalagi mereka berhasil memecahkan rekor bakar ikan sebelumnya yang dipegang oleh Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, yakni sepanjang 6 km.

“Saya sangat senang dan bangga sekali atas prestasi ini. Rekor bakar ikannya kemarin sepanjang 7.2 km, dan ikan yang dibakar sebanyak 9.250 ton,” ujarnya kepada detikcom saat ditemui di kediamannya di daerah Pandan, Tapteng, Jumat (24/8/2012) dini hari.

Bonaran menambahkan, acara itu sukses berkat peran aktif masyarakat Tapteng. Ia pun berharap agar pemecahan rekor MURI itu bisa meningkatkan minat wisatawan domestik maupun manca negara ke Tapteng.

“Rekor Muri ini berhasil kita raih berkat dukungan dan partisipasi aktif ribuan masyarakat Tapteng. Saya pun berharap wisatawan lokal dan manca negara bisa meningkat ke negeri wisata sejuta pesona ini dengan diadakannya event tersebut,” jelasnya.

Selain pemecahan rekor bakar ikan terpanjang, berbagai perlombaan juga turut memeriahkan HUT Tapteng itu. Puncaknya, hari ini akan digelar pagelaran budaya, dan panggung hiburan rakyat yang akan menampilkan berbagai artis termasuk ‘Maha Dewi’, dan ‘Tiga Macan.

Sumber : http://news.detik.com/read/2012/08/24/104405/1997818/10/bakar-ikan-terpanjang-pemkab-tapanuli-tengah-pecahkan-rekor-muri?9922032

Bakar Ikan 7,2 Km Pecahkan Rekor MURI

Ribuan warga Tapteng tampak sedang membakar ikan sepanjang 7,2 Km di Pantai Kade Tiga hingga Pantai Pal 7.

TAPTENG-Pemkab Tapteng menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) setelah berhasil memecahkan rekor bakar ikan terpanjang di Indonesia yakni 7,2 kilometer. Sebelumnya rekor ini dipegang oleh Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dengan panjang 6 kilometer. Pemecahan rekor MURI bakar ikan terpanjang ini digelar di Pantai Kade Tigo Kecamatan Barus hingga Pantai Pal 7 Kecamatan Sosorgadong, Kabupaten Tapteng, Kamis (23/8).

Perhelatan akbar ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Tapteng yang ke-67 yang melibatkan sekitar 15.000 elemen masyarakat dengan jumlah ikan yang dibakar sekitar 9.255 kg. Sebelum acara bakar ikan dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan kenduri laut dengan doa tahlilan dipimpin oleh Ustadz Daril Lubis. Kenduri laut ini merupakan bentuk upacara sebagai tanda terima kasih dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena dari laut ini warga Tapteng sudah mengambil sangat banyak jenis ikan untuk dikonsumsi maupun diperjual belikan.

Setelah kenduri laut, Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang SH MHum didampingi Wakil Bupati H Sukran Jamilan Tanjung SE membuka secara resmi acara bakar ikan pemecahaan rekor MURI tersebut. Pembukaan itu ditandai dengan penyalaan sirene oleh Bupati dan kemudian peserta secara bersama-sama membakar ikan yang telah disiapkan.

Selanjutnya Deputi Manager MURI Awan Raharja mengumumkan bahwa Kabupaten Tapteng berhasil memecahkan rekor MURI membakar ikan terpanjang di Indonesia yakni sepanjang 7,2 km dengan jumlah ikan sebanyak 9.255 kg. Awan Raharja kemudian menyerahkan sertifikat MURI kepada Bupati Tapteng dan sertifikat pergelaran budaya kepada Ketua Panitia yang juga wakil bupati.

“Hari ini (kemarin,red) adalah hari kedua HUT Tapteng dilaksanakan. Hari ini juga Tapteng meraih rekor MURI bakar ikan sepanjang 7,2 km dengan banyaknya ikan yang dibakar 9.255 kg. Semua ini sukses berkat partisipasi masyarakat yang menyumbangkan ikan, arang, bumbu, nasi, termasuk besi panggangannya. Sementara Pemkab hanya memprakarsai acara ini,” ujar Raja Bonaran Situmeang.

Ditambahkan Bonaran, rekor MURI ini akan dijadikan momentum untuk pengembangan pariwisata Tapteng. “Dengan dipecahkannya rekor MURI ini, masyarakat tidak perlu lagi ragu ke Tapteng. Hari ini kita sudah buktikan bahwa Tapteng memang pantas berjuluk Negeri Wisata Sejuta Pesona. Kita juga akan buktikan ini ke seluruh dunia. Selama ini saya seperti hanya bermimpi mampu mencatatkan nama Kabupaten Tapteng pada Museum Rekor Indonesia. Tapi pada hari yang berbahagia ini atas kerjasama seluruh masyarakat hal tersebut bisa terwujud,” ungkapnya penuh haru.

Bonaran juga menyinggung soal sarana dan prasarana tempat wisata di Kabupaten Tapteng yang masih belum memadai. “Namun demikian kita dari Pemkab Tapteng akan tetap berupaya semaksimal mungkin untuk membenahi semuanya. Kita akan desak pemerintah pusat maupun provinsi untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak,” pungkasnya. Bonaran juga mengatakan, selama satu tahun ini sudah ada beberapa jalan baik jalan negara maupun jalan provinsi yang sudah diperbaiki. Bahkan beberapa ruas jalan lagi pada akhir bulan Desember 2012 juga akan dikerjakan.

Sedangkan Deputi Menager MURI Awan Raharja memberitahukan, pemegang rekor MURI terpanjang bakar ikan tersebut adalah Kabupaten Halmahera Barat dengan panjang 6 km. Ini dicatat pada tanggal 17 Mei 2012 dengan membakar ikan sebanyak 13.352 kg. “ Namun pada hari ini tanggal 23 Agustus 2012, rekor MURI terpanjang bakar ikan ini dipecahkan Pemkab Tapteng. Yakni sepanjang 7,2 km dengan ikan sebanyak 9.255 kg. Kita menilai hanya panjangnya, bukan banyaknya ikan yang dibakar,” terangnya.

Turut hadir dalam acara bakar ikan dan kenduri laut tersebut antara lain, Wakil Bupati Tapteng H Sukran J Tanjung SE, Sekda Tapteng Baharuddin Manik SE, Danrem Kawal Samudra Kolonel Andhika, Dandim 0211/TT Letkol G Siagian, Dandenpom Letkol Bambang, Dansat Radar Mayor Lim Wira Kesuma, Danlanal Sibolga, Dirjen Perikanan Laut Saut Hutagalung, anggota DPRD Tapteng, para SKPD serta puluhan ribu warga Tapteng.

Sumber : http://www.metrosiantar.com/2012/bakar-ikan-72-km-pecahkan-rekor-muri/

 

 

 

DATA PARTISIPASI RELAWAN

No Desa Jumlah Jarak
Orang Ikan
1 Muara Badak Ulu 390 780 195
2 Suka Damai 110 220 55
3 Salo Cella 260 520 130
4 Gas Alam 870 1740 453
5 Muara Badak Ilir 420 880 210
6 Badak Mekar 110 220 55
7 Batu-batu 200 400 100
8 Tanjung Limau 240 480 120
9 Tanah Datar 250 500 125
10 Sungai Bawang 0 0 0
11 Salao Palai 0 0 0
12 Saliki 0 0 0
13 Badak Baru 0 0 0
14 Dinas Pendidikan 700 1400 350
15 Posko Relawan 0 0 0
TOTAL 3550 Orang 7100 Kg 1775 Meter

NB : – Jarak permeter melibatkan 2 orang , Per Orang 2 kg ikan
NB : – Dinas Pendidikan melibatkan siswa SMP kelas 1 sampai SMA kelas 3

Data Pak IKBAL, FB : https://www.facebook.com/ikbal.s.kutana

Wawan Menyanyikan Lagu Kak Nunuk

Wawan

Wawan Dodol

Usai Pemimpin Idola, Kak Nunuk Ciptakan IVONE

IVONE merupakan kependekan dari I Love Indonesia.Pencipta lagu Pemimpin Idola, Kak Nunuk membuktikan bahwa dirinya sama sekali tak bermaksud membuat karya bermuatan politik. (facebook.com/kak.nunuk)

kak nunuk

Kak Nunuk

VIVAlife – Pencipta lagu Pemimpin Idola, Kak Nunuk membuktikan bahwa dirinya sama sekali tak bermaksud membuat karya bermuatan politik. Setelah Pemimpin Idola menuai polemik karena dianggap politis, Kak Nunuk mencoba menghadirkan lagu baru yang dinilainya memberikan nilai positif.

“Ketika tawaran datang lagi dengan tantangan membuat lagu I Love Indonesia (IVONE) maka saya sambut gembira karena pada dasarnya niat membuat lagu Pemimpin Idola juga sama hanya bermaksud memberikan pesan moral bagi penikmat lagu,” kata Nunuk kepada VIVAlife, Jumat, 17 Agustus 2012.

Kak Nunuk menjelaskan, I Love Indonesia bertujuan menumbuhkan rasa cinta kepada Indonesia. Lagu ini, ujar dia, dapat didengar dari anak-anak hingga dewasa.

“Siapa yang akan menyanyikan lagu ini saya serahkan kepada manajernya. Tugas saya hanya membuat lagu sesuai permintaan klien,” ucapnya.

Zandre Badak, orang yang bertindak sebagai manajer beberapa artis cilik mengatakan, I Love Indonesia rencananya rilis setelah Lebaran. Lagu tersebut, ujar dia, akan dinyanyikan oleh penyanyi asal Muara Badak, yang kerap menyanyikan lagu-lagu daerah.

“Kami memilih agar lagu berjudul I Love Indonesia dinyanyikan Wawan Dodol,” kata Zandre.

Sumber : http://life.viva.co.id/news/read/345035-usai-pemimpin-idola–kak-nunuk-ciptakan-ivone

Putra Muara Badak Ke Pentas Nasional

Kak Nunuk Ciptakan ‘I Love Indonesia’ Bangkitkan Nasionalisme

Wawan dan Kak Nanuk

Kak Nunuk, Wawan Dodol, dan Zendre Badak

Metrotvnews.com, Jakarta: Pencipta lagu anak-anak Kak Nunuk kembali berkarya, setelah lagu ciptaan sebelumnya berjudul “Pemimpin Idola” memunculkan polemik. Lagu itu dianggap bermuatan politis dan kurang pantas didengar anak-anak. Kak Nunuk mencoba menjawab tudingan itu dengan karya terbaru berjudul IVONE.

“Ketika tawaran datang lagi dengan tantangan membuat lagu ‘IVONE’, maka saya sambut dengan gembira. Pada dasarnya, niat membuat lagu Pemimpin Idola juga sama, hanya bermaksud memberi nilai positif dan pesan-pesan moral bagi penikmat lagu,” kata Kak Nunuk di Jakarta, Jumat (17/8) kemarin.

Kak Nunuk menngatakan, IVONE merupakan kependekan dari I Love Indonesia. Lirik lagu IVONE bertujuan menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air. Lewat lagu itu, Kak Nunuk juga ingin membuktikan dirinya tak pernah berniat membuat karya yang bernuansa politik.

Seperti diberitakan, Kak Nunuk belum lama ini dikritik tajam soal lagu yang Pemimpin Idola. Lagu yang dinyanyikan Afifah Yasin (9) itu dianggap bermuatan politik oleh sebagian pihak. Lagu itu dinilai kurang sesuai untuk konsumsi anak-anak.

Lirik lagu memuat tentang korupsi dan masalah Jakarta, seperti kalimat “Taman telah hilang berganti gedung” “di musim hujan rumahku tergenang air”. Lagu dianggap bernuansa politis karena dirilis menjelang Pilkada DKI Jakarta.

Kak Nunuk saat itu menanggapi, anak seharusnya mengerti tentang korupsi dan pemimpin yang baik sejak dini. Hal itu agar mereka tahu pemimpin yang baik adalah yang mampu mengatasi masalah. Kak Nunuk juga menekankan pentingnya kejujuran bagi pemimpin.

Untuk lagu IVONE, isinya lebih kepada membangkitkan rasa cinta Tanah Air. Kak Nunu memastikan lagu cocok didengar kalangan anak-anak hingga dewasa.Soal siapa yang menyanyikan, Kak Nunu menyerahkan kepada pihak manajer. “Tugas saya hanya membuat lagu sesuai permintaan klien,” kata Kak Nunuk.

Zandre, manajer Afifah dan beberapa artis cilik lain, mengatakan, lagu rencananya dirilis setelah Idul Fitri. Lagu akan dinyanyikan Wawan Dodol, penyanyi asal Muara Badak, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Menurut Zandre, Wawan sudah sering membawakan lagu-lagu daerah.

Meski usianya bukan cilik lagi, Zandre memastikan lagu ini tetap bisa dinikmati anak-anak. “Harapan terbesar kami agar menepis  isu Lagu sebelumnya yang berjudul pemimpin Idola. Kami hadirkan lagu ini agar nasionalisme terhadap Bangsa Indonesia semakin tinggi,” jelas Zandre.(IKA)

Sumber : http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/08/18/102665/Kak-Nunuk-Ciptakan-I-Love-Indonesia-Bangkitkan-Nasionalisme/11

Muara Badak Siap Pecahkan Rekor Bakar Ikan Terpanjang

Rekor Muri

Metrotvnews.com, Jakarta: Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, siap mencatatkan rekor acara bakar ikan terpanjang di Museum Rekor Indonesia (MURI). Warga akan bakar ikan bersama hingga sembilan kilometer panjangnya.

Perhelatan akbar itu dalam rangka hari jadi ke-48 Muara Badak. Rencananya, acara digelar 8 September mendatang dengan melibatkan 1.600 warga. Bahan baku yang dipersiapkan adalah ikan sekitar 8 ton; arang 7,5 ton; dan minyak tanah 2,5 ton.

Ketua Panitia HUT Muara Badak Andi Busman mengatakan, penorehan rekor ini menandakan bangkit dan bersatunya masyarakat untuk memajukan daerah. Sebab, kata Busman, Muara Badak merupakan daerah yang kaya sumber daya alam, namun pembangunannya jauh tertinggal.

“Ini sebagai langkah awal kami ingin menyampaikan kepada Pemerintah maupun dunia, bahwa Muara Badak bisa seperti daerah lain yang berkembang di beberapa aspek kehidupan,” kata Busman ditemui di Pos Perwakilan MURI Kelapa Gading, beberapa waktu lalu.

Busman mengatakan, Muara Badak memiliki hasil bumi berlimpah ruah, baik dari sektor minyak, gas bumi, pertambangan Batu Bara, dan perkebunan Kelapa Sawit. Tapi kekayaan itu berbanding terbalik dengan kondisi daerah tersebut.

Menurut Busman, berbagai sudut jalan di Muara Badak minim lampu penerangan. Kondisi jalan juga masih tanah merah yang berdebu di kala terik dan licin di kala hujan. Masuk ke Kecamatan Muara Badak, kata Busman, seperti masuk ke kota mati tak bertuan.

Busman mengkritisi para pelaku bisnis yang dinilai tidak peduli dengan daerah. Menurut Burman, para pelaku usaha hanya mengeruk kekayaan sumber daya alam, tanpa menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Bahkan salah satu perusahaan asing terbesar di Muara Badak pun seolah hanya menutup mata dan telinga terhadap pembangunan di Muara Badak. Inilah slogan yang kami beri buat perusahaan asing tersebut, loe-loe gue-gue,” kata Busman.

Busman mengatakan, perusahaan gas yang berada di jantung Kecamatan Muara Badak, itu sudah 30 tahun mengeruk dan menikmati hasil bumi. Tapi manajemen perusahaan dinilai tutup mata dan telinga akan pembangunan di daerah itu.

“Hanya debu, hanya polusi dari asap obor yang kami rasakan, dan kecemasan ketika sadwon (Pembuangan limbah Gas) dilakukan oleh perusahaan,” kata Busman.

Busman mengatakan, sudah saatnya pemuda dan warga Muara Badak bangkit dari tidur panjang. Bsman bertekad mensosialisasikan kepada warga tentang semangat membangun daerah. Busman juga berharap Muara Badak bisa lebih sejahtera.

“Sudah saatnya pemuda dan warga Muara Badak bersatu untuk membawa perubahan yang lebih baik. Kami Rakyat Muara Badak juga punya pemikiran untuk membangun daerah,” tegasnya.(IKA)

Sumber : http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/08/17/102556/Muara-Badak-Pecahkan-Rekor-Bakar-Ikan