Tapanuli Tengah Pecahkan Rekor MURI Bakar Ikan 7,2 Km

Tapanuli Tengah Pecahkan Rekor MURI Bakar Ikan 7,2 Km

Bonaran Situmeang Bawa Tapanuli Tengah Pecahkan Rekor MURI

Pandan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara hari ini genap berusia ke-67 tahun. Daerah berjulukan ‘Negeri Wisata Sejuta Pesona’ itu berhasil menorehkan prestasi di Museum Rekor Indonesia (MURI).

Daerah yang dipimpin oleh Bupati Raja Bonaran Situmeang itu masuk buku rekor MURI setelah berhasil menggelar acara bakar ikan terpanjang, yaitu 7.2 km. Acara spektakuler itu digelar di sepanjang tepi pantai mulai dari Sibintang, Kecamatan Sosorgadong, hingga ke Kedai Tiga, Kecamatan Barus, Tapteng, Kamis (23/8/2012).

Bonaran pun mengaku senang dan bangga atas torehan prestasi tersebut. Apalagi mereka berhasil memecahkan rekor bakar ikan sebelumnya yang dipegang oleh Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, yakni sepanjang 6 km.

“Saya sangat senang dan bangga sekali atas prestasi ini. Rekor bakar ikannya kemarin sepanjang 7.2 km, dan ikan yang dibakar sebanyak 9.250 ton,” ujarnya kepada detikcom saat ditemui di kediamannya di daerah Pandan, Tapteng, Jumat (24/8/2012) dini hari.

Bonaran menambahkan, acara itu sukses berkat peran aktif masyarakat Tapteng. Ia pun berharap agar pemecahan rekor MURI itu bisa meningkatkan minat wisatawan domestik maupun manca negara ke Tapteng.

“Rekor Muri ini berhasil kita raih berkat dukungan dan partisipasi aktif ribuan masyarakat Tapteng. Saya pun berharap wisatawan lokal dan manca negara bisa meningkat ke negeri wisata sejuta pesona ini dengan diadakannya event tersebut,” jelasnya.

Selain pemecahan rekor bakar ikan terpanjang, berbagai perlombaan juga turut memeriahkan HUT Tapteng itu. Puncaknya, hari ini akan digelar pagelaran budaya, dan panggung hiburan rakyat yang akan menampilkan berbagai artis termasuk ‘Maha Dewi’, dan ‘Tiga Macan.

Sumber : http://news.detik.com/read/2012/08/24/104405/1997818/10/bakar-ikan-terpanjang-pemkab-tapanuli-tengah-pecahkan-rekor-muri?9922032

Bakar Ikan 7,2 Km Pecahkan Rekor MURI

Ribuan warga Tapteng tampak sedang membakar ikan sepanjang 7,2 Km di Pantai Kade Tiga hingga Pantai Pal 7.

TAPTENG-Pemkab Tapteng menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) setelah berhasil memecahkan rekor bakar ikan terpanjang di Indonesia yakni 7,2 kilometer. Sebelumnya rekor ini dipegang oleh Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dengan panjang 6 kilometer. Pemecahan rekor MURI bakar ikan terpanjang ini digelar di Pantai Kade Tigo Kecamatan Barus hingga Pantai Pal 7 Kecamatan Sosorgadong, Kabupaten Tapteng, Kamis (23/8).

Perhelatan akbar ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Tapteng yang ke-67 yang melibatkan sekitar 15.000 elemen masyarakat dengan jumlah ikan yang dibakar sekitar 9.255 kg. Sebelum acara bakar ikan dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan kenduri laut dengan doa tahlilan dipimpin oleh Ustadz Daril Lubis. Kenduri laut ini merupakan bentuk upacara sebagai tanda terima kasih dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena dari laut ini warga Tapteng sudah mengambil sangat banyak jenis ikan untuk dikonsumsi maupun diperjual belikan.

Setelah kenduri laut, Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang SH MHum didampingi Wakil Bupati H Sukran Jamilan Tanjung SE membuka secara resmi acara bakar ikan pemecahaan rekor MURI tersebut. Pembukaan itu ditandai dengan penyalaan sirene oleh Bupati dan kemudian peserta secara bersama-sama membakar ikan yang telah disiapkan.

Selanjutnya Deputi Manager MURI Awan Raharja mengumumkan bahwa Kabupaten Tapteng berhasil memecahkan rekor MURI membakar ikan terpanjang di Indonesia yakni sepanjang 7,2 km dengan jumlah ikan sebanyak 9.255 kg. Awan Raharja kemudian menyerahkan sertifikat MURI kepada Bupati Tapteng dan sertifikat pergelaran budaya kepada Ketua Panitia yang juga wakil bupati.

“Hari ini (kemarin,red) adalah hari kedua HUT Tapteng dilaksanakan. Hari ini juga Tapteng meraih rekor MURI bakar ikan sepanjang 7,2 km dengan banyaknya ikan yang dibakar 9.255 kg. Semua ini sukses berkat partisipasi masyarakat yang menyumbangkan ikan, arang, bumbu, nasi, termasuk besi panggangannya. Sementara Pemkab hanya memprakarsai acara ini,” ujar Raja Bonaran Situmeang.

Ditambahkan Bonaran, rekor MURI ini akan dijadikan momentum untuk pengembangan pariwisata Tapteng. “Dengan dipecahkannya rekor MURI ini, masyarakat tidak perlu lagi ragu ke Tapteng. Hari ini kita sudah buktikan bahwa Tapteng memang pantas berjuluk Negeri Wisata Sejuta Pesona. Kita juga akan buktikan ini ke seluruh dunia. Selama ini saya seperti hanya bermimpi mampu mencatatkan nama Kabupaten Tapteng pada Museum Rekor Indonesia. Tapi pada hari yang berbahagia ini atas kerjasama seluruh masyarakat hal tersebut bisa terwujud,” ungkapnya penuh haru.

Bonaran juga menyinggung soal sarana dan prasarana tempat wisata di Kabupaten Tapteng yang masih belum memadai. “Namun demikian kita dari Pemkab Tapteng akan tetap berupaya semaksimal mungkin untuk membenahi semuanya. Kita akan desak pemerintah pusat maupun provinsi untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak,” pungkasnya. Bonaran juga mengatakan, selama satu tahun ini sudah ada beberapa jalan baik jalan negara maupun jalan provinsi yang sudah diperbaiki. Bahkan beberapa ruas jalan lagi pada akhir bulan Desember 2012 juga akan dikerjakan.

Sedangkan Deputi Menager MURI Awan Raharja memberitahukan, pemegang rekor MURI terpanjang bakar ikan tersebut adalah Kabupaten Halmahera Barat dengan panjang 6 km. Ini dicatat pada tanggal 17 Mei 2012 dengan membakar ikan sebanyak 13.352 kg. “ Namun pada hari ini tanggal 23 Agustus 2012, rekor MURI terpanjang bakar ikan ini dipecahkan Pemkab Tapteng. Yakni sepanjang 7,2 km dengan ikan sebanyak 9.255 kg. Kita menilai hanya panjangnya, bukan banyaknya ikan yang dibakar,” terangnya.

Turut hadir dalam acara bakar ikan dan kenduri laut tersebut antara lain, Wakil Bupati Tapteng H Sukran J Tanjung SE, Sekda Tapteng Baharuddin Manik SE, Danrem Kawal Samudra Kolonel Andhika, Dandim 0211/TT Letkol G Siagian, Dandenpom Letkol Bambang, Dansat Radar Mayor Lim Wira Kesuma, Danlanal Sibolga, Dirjen Perikanan Laut Saut Hutagalung, anggota DPRD Tapteng, para SKPD serta puluhan ribu warga Tapteng.

Sumber : http://www.metrosiantar.com/2012/bakar-ikan-72-km-pecahkan-rekor-muri/

 

 

 

DATA PARTISIPASI RELAWAN

No Desa Jumlah Jarak
Orang Ikan
1 Muara Badak Ulu 390 780 195
2 Suka Damai 110 220 55
3 Salo Cella 260 520 130
4 Gas Alam 870 1740 453
5 Muara Badak Ilir 420 880 210
6 Badak Mekar 110 220 55
7 Batu-batu 200 400 100
8 Tanjung Limau 240 480 120
9 Tanah Datar 250 500 125
10 Sungai Bawang 0 0 0
11 Salao Palai 0 0 0
12 Saliki 0 0 0
13 Badak Baru 0 0 0
14 Dinas Pendidikan 700 1400 350
15 Posko Relawan 0 0 0
TOTAL 3550 Orang 7100 Kg 1775 Meter

NB : – Jarak permeter melibatkan 2 orang , Per Orang 2 kg ikan
NB : – Dinas Pendidikan melibatkan siswa SMP kelas 1 sampai SMA kelas 3

Data Pak IKBAL, FB : https://www.facebook.com/ikbal.s.kutana

Wawan Menyanyikan Lagu Kak Nunuk

Wawan

Wawan Dodol

Usai Pemimpin Idola, Kak Nunuk Ciptakan IVONE

IVONE merupakan kependekan dari I Love Indonesia.Pencipta lagu Pemimpin Idola, Kak Nunuk membuktikan bahwa dirinya sama sekali tak bermaksud membuat karya bermuatan politik. (facebook.com/kak.nunuk)

kak nunuk

Kak Nunuk

VIVAlife – Pencipta lagu Pemimpin Idola, Kak Nunuk membuktikan bahwa dirinya sama sekali tak bermaksud membuat karya bermuatan politik. Setelah Pemimpin Idola menuai polemik karena dianggap politis, Kak Nunuk mencoba menghadirkan lagu baru yang dinilainya memberikan nilai positif.

“Ketika tawaran datang lagi dengan tantangan membuat lagu I Love Indonesia (IVONE) maka saya sambut gembira karena pada dasarnya niat membuat lagu Pemimpin Idola juga sama hanya bermaksud memberikan pesan moral bagi penikmat lagu,” kata Nunuk kepada VIVAlife, Jumat, 17 Agustus 2012.

Kak Nunuk menjelaskan, I Love Indonesia bertujuan menumbuhkan rasa cinta kepada Indonesia. Lagu ini, ujar dia, dapat didengar dari anak-anak hingga dewasa.

“Siapa yang akan menyanyikan lagu ini saya serahkan kepada manajernya. Tugas saya hanya membuat lagu sesuai permintaan klien,” ucapnya.

Zandre Badak, orang yang bertindak sebagai manajer beberapa artis cilik mengatakan, I Love Indonesia rencananya rilis setelah Lebaran. Lagu tersebut, ujar dia, akan dinyanyikan oleh penyanyi asal Muara Badak, yang kerap menyanyikan lagu-lagu daerah.

“Kami memilih agar lagu berjudul I Love Indonesia dinyanyikan Wawan Dodol,” kata Zandre.

Sumber : http://life.viva.co.id/news/read/345035-usai-pemimpin-idola–kak-nunuk-ciptakan-ivone

Putra Muara Badak Ke Pentas Nasional

Kak Nunuk Ciptakan ‘I Love Indonesia’ Bangkitkan Nasionalisme

Wawan dan Kak Nanuk

Kak Nunuk, Wawan Dodol, dan Zendre Badak

Metrotvnews.com, Jakarta: Pencipta lagu anak-anak Kak Nunuk kembali berkarya, setelah lagu ciptaan sebelumnya berjudul “Pemimpin Idola” memunculkan polemik. Lagu itu dianggap bermuatan politis dan kurang pantas didengar anak-anak. Kak Nunuk mencoba menjawab tudingan itu dengan karya terbaru berjudul IVONE.

“Ketika tawaran datang lagi dengan tantangan membuat lagu ‘IVONE’, maka saya sambut dengan gembira. Pada dasarnya, niat membuat lagu Pemimpin Idola juga sama, hanya bermaksud memberi nilai positif dan pesan-pesan moral bagi penikmat lagu,” kata Kak Nunuk di Jakarta, Jumat (17/8) kemarin.

Kak Nunuk menngatakan, IVONE merupakan kependekan dari I Love Indonesia. Lirik lagu IVONE bertujuan menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air. Lewat lagu itu, Kak Nunuk juga ingin membuktikan dirinya tak pernah berniat membuat karya yang bernuansa politik.

Seperti diberitakan, Kak Nunuk belum lama ini dikritik tajam soal lagu yang Pemimpin Idola. Lagu yang dinyanyikan Afifah Yasin (9) itu dianggap bermuatan politik oleh sebagian pihak. Lagu itu dinilai kurang sesuai untuk konsumsi anak-anak.

Lirik lagu memuat tentang korupsi dan masalah Jakarta, seperti kalimat “Taman telah hilang berganti gedung” “di musim hujan rumahku tergenang air”. Lagu dianggap bernuansa politis karena dirilis menjelang Pilkada DKI Jakarta.

Kak Nunuk saat itu menanggapi, anak seharusnya mengerti tentang korupsi dan pemimpin yang baik sejak dini. Hal itu agar mereka tahu pemimpin yang baik adalah yang mampu mengatasi masalah. Kak Nunuk juga menekankan pentingnya kejujuran bagi pemimpin.

Untuk lagu IVONE, isinya lebih kepada membangkitkan rasa cinta Tanah Air. Kak Nunu memastikan lagu cocok didengar kalangan anak-anak hingga dewasa.Soal siapa yang menyanyikan, Kak Nunu menyerahkan kepada pihak manajer. “Tugas saya hanya membuat lagu sesuai permintaan klien,” kata Kak Nunuk.

Zandre, manajer Afifah dan beberapa artis cilik lain, mengatakan, lagu rencananya dirilis setelah Idul Fitri. Lagu akan dinyanyikan Wawan Dodol, penyanyi asal Muara Badak, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Menurut Zandre, Wawan sudah sering membawakan lagu-lagu daerah.

Meski usianya bukan cilik lagi, Zandre memastikan lagu ini tetap bisa dinikmati anak-anak. “Harapan terbesar kami agar menepis  isu Lagu sebelumnya yang berjudul pemimpin Idola. Kami hadirkan lagu ini agar nasionalisme terhadap Bangsa Indonesia semakin tinggi,” jelas Zandre.(IKA)

Sumber : http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/08/18/102665/Kak-Nunuk-Ciptakan-I-Love-Indonesia-Bangkitkan-Nasionalisme/11

Muara Badak Siap Pecahkan Rekor Bakar Ikan Terpanjang

Rekor Muri

Metrotvnews.com, Jakarta: Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, siap mencatatkan rekor acara bakar ikan terpanjang di Museum Rekor Indonesia (MURI). Warga akan bakar ikan bersama hingga sembilan kilometer panjangnya.

Perhelatan akbar itu dalam rangka hari jadi ke-48 Muara Badak. Rencananya, acara digelar 8 September mendatang dengan melibatkan 1.600 warga. Bahan baku yang dipersiapkan adalah ikan sekitar 8 ton; arang 7,5 ton; dan minyak tanah 2,5 ton.

Ketua Panitia HUT Muara Badak Andi Busman mengatakan, penorehan rekor ini menandakan bangkit dan bersatunya masyarakat untuk memajukan daerah. Sebab, kata Busman, Muara Badak merupakan daerah yang kaya sumber daya alam, namun pembangunannya jauh tertinggal.

“Ini sebagai langkah awal kami ingin menyampaikan kepada Pemerintah maupun dunia, bahwa Muara Badak bisa seperti daerah lain yang berkembang di beberapa aspek kehidupan,” kata Busman ditemui di Pos Perwakilan MURI Kelapa Gading, beberapa waktu lalu.

Busman mengatakan, Muara Badak memiliki hasil bumi berlimpah ruah, baik dari sektor minyak, gas bumi, pertambangan Batu Bara, dan perkebunan Kelapa Sawit. Tapi kekayaan itu berbanding terbalik dengan kondisi daerah tersebut.

Menurut Busman, berbagai sudut jalan di Muara Badak minim lampu penerangan. Kondisi jalan juga masih tanah merah yang berdebu di kala terik dan licin di kala hujan. Masuk ke Kecamatan Muara Badak, kata Busman, seperti masuk ke kota mati tak bertuan.

Busman mengkritisi para pelaku bisnis yang dinilai tidak peduli dengan daerah. Menurut Burman, para pelaku usaha hanya mengeruk kekayaan sumber daya alam, tanpa menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Bahkan salah satu perusahaan asing terbesar di Muara Badak pun seolah hanya menutup mata dan telinga terhadap pembangunan di Muara Badak. Inilah slogan yang kami beri buat perusahaan asing tersebut, loe-loe gue-gue,” kata Busman.

Busman mengatakan, perusahaan gas yang berada di jantung Kecamatan Muara Badak, itu sudah 30 tahun mengeruk dan menikmati hasil bumi. Tapi manajemen perusahaan dinilai tutup mata dan telinga akan pembangunan di daerah itu.

“Hanya debu, hanya polusi dari asap obor yang kami rasakan, dan kecemasan ketika sadwon (Pembuangan limbah Gas) dilakukan oleh perusahaan,” kata Busman.

Busman mengatakan, sudah saatnya pemuda dan warga Muara Badak bangkit dari tidur panjang. Bsman bertekad mensosialisasikan kepada warga tentang semangat membangun daerah. Busman juga berharap Muara Badak bisa lebih sejahtera.

“Sudah saatnya pemuda dan warga Muara Badak bersatu untuk membawa perubahan yang lebih baik. Kami Rakyat Muara Badak juga punya pemikiran untuk membangun daerah,” tegasnya.(IKA)

Sumber : http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/08/17/102556/Muara-Badak-Pecahkan-Rekor-Bakar-Ikan

 

 

 

Muara Badak Bersiap Ukir Rekor Muri

Rancang Acara Bakar Ikan sepanjang 9 Kilometer, Muara Badak Bersiap Ukir Rekor Muri

Penulis : Syarief Oebaidillah

MUARA BADAK–MICOM: Catatan Rekor di Museum Rekor Indonesia (Muri) bakal bertambah dengan rencana Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menggelar acara bakar ikan sepanjang 9 kilometer.

Gelaran akbar yang dilakukan dalam rangka hari jadi ke-48 daerah itu, dilaksanakan pada 8 September mendatang. Ketua Panitia HUT Muara Badak Andi Busman, Selasa (14/8) mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Muri untuk menorehkan catatan rekor bakan ikar terpanjang di Indonesia itu.

Persiapan menggelar acara itu telah dilakukan dengan menyiapkan bahan pokok ikan yang diperkirakan mencapai berat hingga 8 ton, kemudian arang sebanyak 7,5 ton, serta minyak tanah 2,5 ton.

Kegiatan itu dilakukan untuk mengenalkan daerah yang dikenal sebagai wilayah kaya minyak, gas bumi, pertambangan batu bara, serta perkebunan kelapa sawit itu.

Sedangkan Yusuf Ngadri, Senior Manager Muri mengatakan pihaknya siap mendukung siapapun yang akan membuat Rekor Muri, baik komunitas, perseorangan, maupun kegiatan seperti yang dilakukan oleh masyarakat di Muara Badak.

“Jadi surat yang sudah kami terima akan kami Proses dan secepatnya untuk dirapatkan dengan tim Muri, dipimpin langsung oleh Bapak Jaya Suprana selaku Ketua Muri,” jelasnya. (Bay/OL-2)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/webtorial/tanahair/?bar_id=MzQwOTMy

 

 

 

Berita Kegagalan Penyelenggaraan Ikan Bakar Terpanjang MURI

Tidak semua penyelenggaraan kegiatan dapat berjalan dengan sukses, banyak faktor penyebabnya, berikut berita tentang penyelenggaraan pemecahan rekor MURI kategori Kulinari Nusantara ” Pembakaran Ikan Terpanjang “. Semoga kita bisa belajar dari kegagalan mereka.

Penyelenggaraan Ikan Bakar Terpanjang MURI

Ikan Bakar Terpanjang Dicoret

Gaung gagalnya event ikan bakar terpanjang yang bakal direncanakan tembus rekor MURI sepertinya bukan isu belaka. Selain ancaman gagal sudah disampaikan Wali Kota Dumai, Khairul Anwar. Ternyata, Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Dumai sudah mencoret program itu dalam program perhelatan Hari Nusantara (Harnus).

Pencoretan event yang awalnya diharapkan mampu menaikan prestise Dumai dimata nasional itu, sudah disampaikan Pemko Dumai melalui surat resmi ke Kementerian Kelautan dan Perikanan serta panitia penyelenggara Harnus pusat.

“Mungkin sekitar satu pekan lalu, surat itu kami kirimkan ke kementerian. Kami sampaikan event ikan bakar terpanjang tidak bisa dilaksanakan karena keterbatasan anggaran. Dalam surat itu pun kami meminta solusinya, barangkali saja, kementerian ada rencana lain,” ujar Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan, Syafrizal, kepada Tribun, Senin (31/10).

Surat yang berisi pemberitahuan gagalnya event ikan bakar terpanjang dalam rangkain Harnus ke 12 itu, ditandatangani langsung Wali Kota Dumai. “Hingga hari ini, belum ada solusinya,” ujar Syafrizal.

Seperti diketahui, dalam helat akbar Harnus, Dumai terpilih menjadi tuan rumah. Untuk mensuksesnya acara tahunan tingkat nasional ini, Wako Dumai, Khairul Anwar memasukan program prestisius yaitu ikan bakar terpanjang. Targetnya event itu tembus MURI sehingga keberadaan Dumai dilirik masyarakat Indonesia.

Event tersebut membutuhkan 11 ton ikan yang siaap dipajang sepanjang 7 kilo meter. Dalam persiapan penyelenggaraanya Pemko Dumai tidak menggunakan duit APBD Dumai. Panitia meminta bantuan perusahaan kepada 17 perusahaan yang ada di Kota Dumai. Berjalannya waktu, dari 17 perusahaan itu, hanya dua perusahaan yang menyatakan kepedulianya.

Jika ditotalkan anggaran yang diperlukan untuk event itu capai Rp 640 juta.
Mengenai kondisi terancam gagalnya event itu, pihak eksekutif pun menyampaikan ke legislatif. Tepatnya, satu pekan lalu, Syafrizal memberitahukan pencoretan program itu. Dalam koordinasinya, dicetuskanlah, solusi yaitu memasukan anggaran event ke RAPB-P, dengan sistem melakukan pelelangan. Namun, karena mepetnya waktu solusi itu pun kembali mentah.

“Saya sampaikan pencoretan ikan bakar itu, kepada Pak Zainal Abidin, lalu beliau mengusulkan, kalau dimasukan dalam APBD-P memungkinkan tidak. Saya katakan, akan memulai proses baru, yaitu pelelangan dan itu tidak cukup waktu,” ujar Syafrizal.

Menurut Syafrizal bersama panitia Harnus tidak merasa dirugikan dengan pembatalan event ikan baakar terpanjang. Kalimat kelogowoan pun sempat diutarakan Wako Dumai. “Ya kalau tidak ada perusahaan yang membatu, dibatalkan saja, tidak masalah bagi saya,” ujar Khairul Anwar beberapa hari lalu.

Bakar Ikan Untuk Rekor MURI Gagal

Upaya bakar ikan terpanjang di Makassar untuk dicatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) gagal terlaksana. Kegiatan yang dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Nusantara ke-10 itu gagal karena cuaca buruk.

Pantauan VIVAnews, , Minggu, 13 Desember 2009, ribuan orang yang telah memadati Jalan Daeng Patompo, Kawasan Tanjung Bunga Makassar, meninggalkan lokasi tersebut. Mereka berlarian mencari pohon untuk berlindung. Penyebabnya, hujan dan angin kencang tiba-tiba mengguyur Kota Makassar, hanya 10 menit setelah Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, membuka kegiatan tersebut.

Seluruh pendukung kegiatan bakar ikan sepanjang 5 kilometer itu sudah disiapkan sejak malam tadi, menjadi sia-sia. Seperti tungku, ratusan karung arang untuk pembakaran serta lebih dari 5 ton ikan bandeng.

“Mending pergi berteduh, dari pada bakar ikan di bawah guyuran hujan,” kata Nurbiah, salah seorang peserta bakar ikan yang ditemui di lokasi kegiatan.

Karena hujan yang tak kunjung reda, sebagian besar peserta memilih pulang. Uniknya, ikan-ikan yang disimpan dalam ratusan kotak diperebutkan oleh para peserta bakar ikan, untuk dibawa pulang.

“Mending bakar di rumah. Bisa dinikmati bersama keluarga,” ujar Harijah, peserta lainnya yang berasal dari Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Semoga tekad kita untuk memecahkan rekor MURI untuk kategori Kulinari Nusantara ” Pembakaran Ikan Terpanjang ” dapat sukses dan membawa harum nama Muara Badak di pentas Nasional dan Dunia… 😀 Untuk Muara Badak Tercinta…

Sumber :

– http://pekanbaru.tribunnews.com/2011/10/31/ikan-bakar-terpanjang-dicoret

– http://news.viva.co.id/news/read/113500-bakar_ikan_untuk_rekor_muri_gagal