Berita Kegagalan Penyelenggaraan Ikan Bakar Terpanjang MURI

Tidak semua penyelenggaraan kegiatan dapat berjalan dengan sukses, banyak faktor penyebabnya, berikut berita tentang penyelenggaraan pemecahan rekor MURI kategori Kulinari Nusantara ” Pembakaran Ikan Terpanjang “. Semoga kita bisa belajar dari kegagalan mereka.

Penyelenggaraan Ikan Bakar Terpanjang MURI

Ikan Bakar Terpanjang Dicoret

Gaung gagalnya event ikan bakar terpanjang yang bakal direncanakan tembus rekor MURI sepertinya bukan isu belaka. Selain ancaman gagal sudah disampaikan Wali Kota Dumai, Khairul Anwar. Ternyata, Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Dumai sudah mencoret program itu dalam program perhelatan Hari Nusantara (Harnus).

Pencoretan event yang awalnya diharapkan mampu menaikan prestise Dumai dimata nasional itu, sudah disampaikan Pemko Dumai melalui surat resmi ke Kementerian Kelautan dan Perikanan serta panitia penyelenggara Harnus pusat.

“Mungkin sekitar satu pekan lalu, surat itu kami kirimkan ke kementerian. Kami sampaikan event ikan bakar terpanjang tidak bisa dilaksanakan karena keterbatasan anggaran. Dalam surat itu pun kami meminta solusinya, barangkali saja, kementerian ada rencana lain,” ujar Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan, Syafrizal, kepada Tribun, Senin (31/10).

Surat yang berisi pemberitahuan gagalnya event ikan bakar terpanjang dalam rangkain Harnus ke 12 itu, ditandatangani langsung Wali Kota Dumai. “Hingga hari ini, belum ada solusinya,” ujar Syafrizal.

Seperti diketahui, dalam helat akbar Harnus, Dumai terpilih menjadi tuan rumah. Untuk mensuksesnya acara tahunan tingkat nasional ini, Wako Dumai, Khairul Anwar memasukan program prestisius yaitu ikan bakar terpanjang. Targetnya event itu tembus MURI sehingga keberadaan Dumai dilirik masyarakat Indonesia.

Event tersebut membutuhkan 11 ton ikan yang siaap dipajang sepanjang 7 kilo meter. Dalam persiapan penyelenggaraanya Pemko Dumai tidak menggunakan duit APBD Dumai. Panitia meminta bantuan perusahaan kepada 17 perusahaan yang ada di Kota Dumai. Berjalannya waktu, dari 17 perusahaan itu, hanya dua perusahaan yang menyatakan kepedulianya.

Jika ditotalkan anggaran yang diperlukan untuk event itu capai Rp 640 juta.
Mengenai kondisi terancam gagalnya event itu, pihak eksekutif pun menyampaikan ke legislatif. Tepatnya, satu pekan lalu, Syafrizal memberitahukan pencoretan program itu. Dalam koordinasinya, dicetuskanlah, solusi yaitu memasukan anggaran event ke RAPB-P, dengan sistem melakukan pelelangan. Namun, karena mepetnya waktu solusi itu pun kembali mentah.

“Saya sampaikan pencoretan ikan bakar itu, kepada Pak Zainal Abidin, lalu beliau mengusulkan, kalau dimasukan dalam APBD-P memungkinkan tidak. Saya katakan, akan memulai proses baru, yaitu pelelangan dan itu tidak cukup waktu,” ujar Syafrizal.

Menurut Syafrizal bersama panitia Harnus tidak merasa dirugikan dengan pembatalan event ikan baakar terpanjang. Kalimat kelogowoan pun sempat diutarakan Wako Dumai. “Ya kalau tidak ada perusahaan yang membatu, dibatalkan saja, tidak masalah bagi saya,” ujar Khairul Anwar beberapa hari lalu.

Bakar Ikan Untuk Rekor MURI Gagal

Upaya bakar ikan terpanjang di Makassar untuk dicatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) gagal terlaksana. Kegiatan yang dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Nusantara ke-10 itu gagal karena cuaca buruk.

Pantauan VIVAnews, , Minggu, 13 Desember 2009, ribuan orang yang telah memadati Jalan Daeng Patompo, Kawasan Tanjung Bunga Makassar, meninggalkan lokasi tersebut. Mereka berlarian mencari pohon untuk berlindung. Penyebabnya, hujan dan angin kencang tiba-tiba mengguyur Kota Makassar, hanya 10 menit setelah Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, membuka kegiatan tersebut.

Seluruh pendukung kegiatan bakar ikan sepanjang 5 kilometer itu sudah disiapkan sejak malam tadi, menjadi sia-sia. Seperti tungku, ratusan karung arang untuk pembakaran serta lebih dari 5 ton ikan bandeng.

“Mending pergi berteduh, dari pada bakar ikan di bawah guyuran hujan,” kata Nurbiah, salah seorang peserta bakar ikan yang ditemui di lokasi kegiatan.

Karena hujan yang tak kunjung reda, sebagian besar peserta memilih pulang. Uniknya, ikan-ikan yang disimpan dalam ratusan kotak diperebutkan oleh para peserta bakar ikan, untuk dibawa pulang.

“Mending bakar di rumah. Bisa dinikmati bersama keluarga,” ujar Harijah, peserta lainnya yang berasal dari Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Semoga tekad kita untuk memecahkan rekor MURI untuk kategori Kulinari Nusantara ” Pembakaran Ikan Terpanjang ” dapat sukses dan membawa harum nama Muara Badak di pentas Nasional dan Dunia… 😀 Untuk Muara Badak Tercinta…

Sumber :

– http://pekanbaru.tribunnews.com/2011/10/31/ikan-bakar-terpanjang-dicoret

– http://news.viva.co.id/news/read/113500-bakar_ikan_untuk_rekor_muri_gagal

Iklan