Tapanuli Tengah Pecahkan Rekor MURI Bakar Ikan 7,2 Km

Tapanuli Tengah Pecahkan Rekor MURI Bakar Ikan 7,2 Km

Bonaran Situmeang Bawa Tapanuli Tengah Pecahkan Rekor MURI

Pandan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara hari ini genap berusia ke-67 tahun. Daerah berjulukan ‘Negeri Wisata Sejuta Pesona’ itu berhasil menorehkan prestasi di Museum Rekor Indonesia (MURI).

Daerah yang dipimpin oleh Bupati Raja Bonaran Situmeang itu masuk buku rekor MURI setelah berhasil menggelar acara bakar ikan terpanjang, yaitu 7.2 km. Acara spektakuler itu digelar di sepanjang tepi pantai mulai dari Sibintang, Kecamatan Sosorgadong, hingga ke Kedai Tiga, Kecamatan Barus, Tapteng, Kamis (23/8/2012).

Bonaran pun mengaku senang dan bangga atas torehan prestasi tersebut. Apalagi mereka berhasil memecahkan rekor bakar ikan sebelumnya yang dipegang oleh Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, yakni sepanjang 6 km.

“Saya sangat senang dan bangga sekali atas prestasi ini. Rekor bakar ikannya kemarin sepanjang 7.2 km, dan ikan yang dibakar sebanyak 9.250 ton,” ujarnya kepada detikcom saat ditemui di kediamannya di daerah Pandan, Tapteng, Jumat (24/8/2012) dini hari.

Bonaran menambahkan, acara itu sukses berkat peran aktif masyarakat Tapteng. Ia pun berharap agar pemecahan rekor MURI itu bisa meningkatkan minat wisatawan domestik maupun manca negara ke Tapteng.

“Rekor Muri ini berhasil kita raih berkat dukungan dan partisipasi aktif ribuan masyarakat Tapteng. Saya pun berharap wisatawan lokal dan manca negara bisa meningkat ke negeri wisata sejuta pesona ini dengan diadakannya event tersebut,” jelasnya.

Selain pemecahan rekor bakar ikan terpanjang, berbagai perlombaan juga turut memeriahkan HUT Tapteng itu. Puncaknya, hari ini akan digelar pagelaran budaya, dan panggung hiburan rakyat yang akan menampilkan berbagai artis termasuk ‘Maha Dewi’, dan ‘Tiga Macan.

Sumber : http://news.detik.com/read/2012/08/24/104405/1997818/10/bakar-ikan-terpanjang-pemkab-tapanuli-tengah-pecahkan-rekor-muri?9922032

Bakar Ikan 7,2 Km Pecahkan Rekor MURI

Ribuan warga Tapteng tampak sedang membakar ikan sepanjang 7,2 Km di Pantai Kade Tiga hingga Pantai Pal 7.

TAPTENG-Pemkab Tapteng menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) setelah berhasil memecahkan rekor bakar ikan terpanjang di Indonesia yakni 7,2 kilometer. Sebelumnya rekor ini dipegang oleh Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dengan panjang 6 kilometer. Pemecahan rekor MURI bakar ikan terpanjang ini digelar di Pantai Kade Tigo Kecamatan Barus hingga Pantai Pal 7 Kecamatan Sosorgadong, Kabupaten Tapteng, Kamis (23/8).

Perhelatan akbar ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Tapteng yang ke-67 yang melibatkan sekitar 15.000 elemen masyarakat dengan jumlah ikan yang dibakar sekitar 9.255 kg. Sebelum acara bakar ikan dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan kenduri laut dengan doa tahlilan dipimpin oleh Ustadz Daril Lubis. Kenduri laut ini merupakan bentuk upacara sebagai tanda terima kasih dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena dari laut ini warga Tapteng sudah mengambil sangat banyak jenis ikan untuk dikonsumsi maupun diperjual belikan.

Setelah kenduri laut, Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang SH MHum didampingi Wakil Bupati H Sukran Jamilan Tanjung SE membuka secara resmi acara bakar ikan pemecahaan rekor MURI tersebut. Pembukaan itu ditandai dengan penyalaan sirene oleh Bupati dan kemudian peserta secara bersama-sama membakar ikan yang telah disiapkan.

Selanjutnya Deputi Manager MURI Awan Raharja mengumumkan bahwa Kabupaten Tapteng berhasil memecahkan rekor MURI membakar ikan terpanjang di Indonesia yakni sepanjang 7,2 km dengan jumlah ikan sebanyak 9.255 kg. Awan Raharja kemudian menyerahkan sertifikat MURI kepada Bupati Tapteng dan sertifikat pergelaran budaya kepada Ketua Panitia yang juga wakil bupati.

“Hari ini (kemarin,red) adalah hari kedua HUT Tapteng dilaksanakan. Hari ini juga Tapteng meraih rekor MURI bakar ikan sepanjang 7,2 km dengan banyaknya ikan yang dibakar 9.255 kg. Semua ini sukses berkat partisipasi masyarakat yang menyumbangkan ikan, arang, bumbu, nasi, termasuk besi panggangannya. Sementara Pemkab hanya memprakarsai acara ini,” ujar Raja Bonaran Situmeang.

Ditambahkan Bonaran, rekor MURI ini akan dijadikan momentum untuk pengembangan pariwisata Tapteng. “Dengan dipecahkannya rekor MURI ini, masyarakat tidak perlu lagi ragu ke Tapteng. Hari ini kita sudah buktikan bahwa Tapteng memang pantas berjuluk Negeri Wisata Sejuta Pesona. Kita juga akan buktikan ini ke seluruh dunia. Selama ini saya seperti hanya bermimpi mampu mencatatkan nama Kabupaten Tapteng pada Museum Rekor Indonesia. Tapi pada hari yang berbahagia ini atas kerjasama seluruh masyarakat hal tersebut bisa terwujud,” ungkapnya penuh haru.

Bonaran juga menyinggung soal sarana dan prasarana tempat wisata di Kabupaten Tapteng yang masih belum memadai. “Namun demikian kita dari Pemkab Tapteng akan tetap berupaya semaksimal mungkin untuk membenahi semuanya. Kita akan desak pemerintah pusat maupun provinsi untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak,” pungkasnya. Bonaran juga mengatakan, selama satu tahun ini sudah ada beberapa jalan baik jalan negara maupun jalan provinsi yang sudah diperbaiki. Bahkan beberapa ruas jalan lagi pada akhir bulan Desember 2012 juga akan dikerjakan.

Sedangkan Deputi Menager MURI Awan Raharja memberitahukan, pemegang rekor MURI terpanjang bakar ikan tersebut adalah Kabupaten Halmahera Barat dengan panjang 6 km. Ini dicatat pada tanggal 17 Mei 2012 dengan membakar ikan sebanyak 13.352 kg. “ Namun pada hari ini tanggal 23 Agustus 2012, rekor MURI terpanjang bakar ikan ini dipecahkan Pemkab Tapteng. Yakni sepanjang 7,2 km dengan ikan sebanyak 9.255 kg. Kita menilai hanya panjangnya, bukan banyaknya ikan yang dibakar,” terangnya.

Turut hadir dalam acara bakar ikan dan kenduri laut tersebut antara lain, Wakil Bupati Tapteng H Sukran J Tanjung SE, Sekda Tapteng Baharuddin Manik SE, Danrem Kawal Samudra Kolonel Andhika, Dandim 0211/TT Letkol G Siagian, Dandenpom Letkol Bambang, Dansat Radar Mayor Lim Wira Kesuma, Danlanal Sibolga, Dirjen Perikanan Laut Saut Hutagalung, anggota DPRD Tapteng, para SKPD serta puluhan ribu warga Tapteng.

Sumber : http://www.metrosiantar.com/2012/bakar-ikan-72-km-pecahkan-rekor-muri/

 

 

 

Muara Badak Siap Pecahkan Rekor Bakar Ikan Terpanjang

Rekor Muri

Metrotvnews.com, Jakarta: Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, siap mencatatkan rekor acara bakar ikan terpanjang di Museum Rekor Indonesia (MURI). Warga akan bakar ikan bersama hingga sembilan kilometer panjangnya.

Perhelatan akbar itu dalam rangka hari jadi ke-48 Muara Badak. Rencananya, acara digelar 8 September mendatang dengan melibatkan 1.600 warga. Bahan baku yang dipersiapkan adalah ikan sekitar 8 ton; arang 7,5 ton; dan minyak tanah 2,5 ton.

Ketua Panitia HUT Muara Badak Andi Busman mengatakan, penorehan rekor ini menandakan bangkit dan bersatunya masyarakat untuk memajukan daerah. Sebab, kata Busman, Muara Badak merupakan daerah yang kaya sumber daya alam, namun pembangunannya jauh tertinggal.

“Ini sebagai langkah awal kami ingin menyampaikan kepada Pemerintah maupun dunia, bahwa Muara Badak bisa seperti daerah lain yang berkembang di beberapa aspek kehidupan,” kata Busman ditemui di Pos Perwakilan MURI Kelapa Gading, beberapa waktu lalu.

Busman mengatakan, Muara Badak memiliki hasil bumi berlimpah ruah, baik dari sektor minyak, gas bumi, pertambangan Batu Bara, dan perkebunan Kelapa Sawit. Tapi kekayaan itu berbanding terbalik dengan kondisi daerah tersebut.

Menurut Busman, berbagai sudut jalan di Muara Badak minim lampu penerangan. Kondisi jalan juga masih tanah merah yang berdebu di kala terik dan licin di kala hujan. Masuk ke Kecamatan Muara Badak, kata Busman, seperti masuk ke kota mati tak bertuan.

Busman mengkritisi para pelaku bisnis yang dinilai tidak peduli dengan daerah. Menurut Burman, para pelaku usaha hanya mengeruk kekayaan sumber daya alam, tanpa menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Bahkan salah satu perusahaan asing terbesar di Muara Badak pun seolah hanya menutup mata dan telinga terhadap pembangunan di Muara Badak. Inilah slogan yang kami beri buat perusahaan asing tersebut, loe-loe gue-gue,” kata Busman.

Busman mengatakan, perusahaan gas yang berada di jantung Kecamatan Muara Badak, itu sudah 30 tahun mengeruk dan menikmati hasil bumi. Tapi manajemen perusahaan dinilai tutup mata dan telinga akan pembangunan di daerah itu.

“Hanya debu, hanya polusi dari asap obor yang kami rasakan, dan kecemasan ketika sadwon (Pembuangan limbah Gas) dilakukan oleh perusahaan,” kata Busman.

Busman mengatakan, sudah saatnya pemuda dan warga Muara Badak bangkit dari tidur panjang. Bsman bertekad mensosialisasikan kepada warga tentang semangat membangun daerah. Busman juga berharap Muara Badak bisa lebih sejahtera.

“Sudah saatnya pemuda dan warga Muara Badak bersatu untuk membawa perubahan yang lebih baik. Kami Rakyat Muara Badak juga punya pemikiran untuk membangun daerah,” tegasnya.(IKA)

Sumber : http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/08/17/102556/Muara-Badak-Pecahkan-Rekor-Bakar-Ikan

 

 

 

Muara Badak Bersiap Ukir Rekor Muri

Rancang Acara Bakar Ikan sepanjang 9 Kilometer, Muara Badak Bersiap Ukir Rekor Muri

Penulis : Syarief Oebaidillah

MUARA BADAK–MICOM: Catatan Rekor di Museum Rekor Indonesia (Muri) bakal bertambah dengan rencana Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menggelar acara bakar ikan sepanjang 9 kilometer.

Gelaran akbar yang dilakukan dalam rangka hari jadi ke-48 daerah itu, dilaksanakan pada 8 September mendatang. Ketua Panitia HUT Muara Badak Andi Busman, Selasa (14/8) mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Muri untuk menorehkan catatan rekor bakan ikar terpanjang di Indonesia itu.

Persiapan menggelar acara itu telah dilakukan dengan menyiapkan bahan pokok ikan yang diperkirakan mencapai berat hingga 8 ton, kemudian arang sebanyak 7,5 ton, serta minyak tanah 2,5 ton.

Kegiatan itu dilakukan untuk mengenalkan daerah yang dikenal sebagai wilayah kaya minyak, gas bumi, pertambangan batu bara, serta perkebunan kelapa sawit itu.

Sedangkan Yusuf Ngadri, Senior Manager Muri mengatakan pihaknya siap mendukung siapapun yang akan membuat Rekor Muri, baik komunitas, perseorangan, maupun kegiatan seperti yang dilakukan oleh masyarakat di Muara Badak.

“Jadi surat yang sudah kami terima akan kami Proses dan secepatnya untuk dirapatkan dengan tim Muri, dipimpin langsung oleh Bapak Jaya Suprana selaku Ketua Muri,” jelasnya. (Bay/OL-2)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/webtorial/tanahair/?bar_id=MzQwOTMy